Selasa, 03 Mei 2016

Penyakit Sipilis dan Obatnya

Sebagian besar orang yang melakukan aktivitas seksual atau hubungan badan dengan orang lain, pada dasarnya  dapat terjangkit atau tertular oleh penyakit sipilis. Penyebab penyakit ini adalah bakteri yang bernama Treponema pallidum. Bakteri atau kuman ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka saat melakukan hubungan seks vaginal (alat kelamin wanita), anal (melalui anus – biasanya pada kelompok homoseks pria), oral (melalui mulut), atau menggunakan mainan seks yang sama dengan orang yang sudah terinfeksi penyakit ini. Ibu hamil yang sudah terinfeksi penyakit ini juga dapat menularkan pada bayinya yang masih ada di dalam kandungan. Janin yang tertular penyakit ini dapat menderita kelainan atau cacat bawaan atau juga dapat mengalami kematian saat dilahirkan. Penyakit ini juga dapat menular jika menggunakan  jarum yang sama dengan orang yang sudah terinfeksi atau mendapat transfusi darah dari seorang donor yang sudah terinfeksi, namun penularan melalui transfusi darah  adalah cara penularan sangat jarang sekali terjadi karena hampir semua transfusi darah telah melewati berbagai pemeriksaan yang amat ketat. Penyakit sipilis tidak akan menular melalui pemakaian pakaian, toilet, gunting kuku,  atau mandi bersama dengan mereka yang telah terinfeksi karena bakteri yang menyebabkan penyakit sipilis tidak dapat hidup cukup lama di luar tubuh manusia. Ciri-ciri penyakit sipilis kadang-kadang samar dan kelihatannya seperti gejala dari penyakit lain.

Gejala Sifilis Yang Sudah Parah

Gejala Sifilis Yang Sudah Parah – Ciri-ciri penyakit sipilis dapat timbul setelah spirochete mengakibatka rasa sakit yang dikenal dengan istilah chancre, dan rasa sakit ini mirip dengan rasa sakit yang ditimbulkan akibat penyakit maag. Pada tahap awal infeksi sipilis biasanya terbentuk luka atau ulkus yang tidak menimbulkan rasa nyeri (cangker) pada bagian tubuh yang terinfeksi dan yang paling sering adalah pada ujung atau batang penis, dan pada vulva atau vagina. Cangker juga dapat  ditemukan pada anus, bibir, rektum, tenggorokan, lidah, leher rahim, jari-jari tangan atau pada bagian tubuh lainnya. Umumnya penderita memiliki hanya 1 ulkus, akan tetapi kadang-kadang timbul beberapa ulkus.

Lihat info penyakit kelamin :

Cangker sebagai ciri-ciri penyakit sipilis biasanya berawal sebagai sebuah penonjolan kecil yang segera akan menjadi suatu ulkus atau luka terbuka, tanpa disertai rasa nyeri. Luka tersebut kadang tidak mengeluarkan darah, tetapi ketika digaruk akan mengeluarkan sejenis cairan jernih yang sangat menular. Kelenjar getah bening paling dekat biasanya akan mengalami pembesaran, dana tanpa disertai nyeri.  Luka tersebut seringkali hanya menyebabkan sedikit gejala sehingga oleh karenanya tidak terlalu dihiraukan. Luka biasanya akan membaik dalam waktu 3 hingga 12 minggu dan sesudah itu penderita akan tampak sehat seperti biasa.

Ciri-ciri penyakit sipilis pada tahap selanjutnya biasanya diawali dengan munculnya ruam pada kulit, yang muncul dalam waktu sekitar 6 hingga 12 minggu setelah terinfeksi. Ruam ini dapat muncul hanya sebentar atau hanya beberapa bulan. Meskipun tidak diobati, ruam tersebut akan menghilang,  namun beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian akan timbul ruam yang baru. Pada tahap ini sering ditemukan luka pada mulut. Sekitar 50% penderita sipilis mengalami pembesaran kelenjar getah bening di seluruh bagian tubuhnya dan sekitar 10% mengalami peradangan mata. Peradangan mata ini biasanya tidak menunjukan gejala, namun kadang menimbulkan pembengkakan saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur.  Selain itu, sekitar 10% penderita sipilis mengalami peradangan pada tulang serta sendi yang disertai rasa nyeri.

Lihat info penyakit kelamin :


 Gejala Pada Wanita
  •     Keluarnya cairan yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama ( Keputihan yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan ).
  •     Rasa nyeri ketika kencing atau saat berhubungan seksual.
  •     Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya.
  •     Adanya Lecet, luka kecil ( kadang ada yang tidak terasa sakit ) yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening.
  •     Adanya perubahan warna kulit dan mata.
  •     Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak mengalami keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan.
  •     komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita susah jalan karena nyeri.
  •     Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, jika ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus.
  •     Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik ( seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain.
  •     Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.

Gejala Pada Pria
  •     Keluarnya cairan atu kotoran dari penis pada laki-laki.
  •     Nyeri selama hubungan seksual atu pada saat buang air kecil.
  •     Kerongkongan terasa sakit atau ada luka kerongkongan pada orang-orang dengan oral sex.
  •     Nyeri pada daerah sekitar anus pada orang-orang dengan anal sex.
  •     Luka memerah tanpa rasa sakit pada daerah kelamin, anus, kerongkongan dan atau lidah.
  •     Bintik merah pada kulit dan bersisik pada telapak tangan dan telapak kaki.
  •     Urine atau air kencing berwarna gelap, feses berwarna terang, mata dan kulit berwarna kuning.
  •     Timbul lepuh kecil pada daerah kelamin yang berubah menjadi koreng (kerak kering pd luka).
  •     Pembengkakan pada kelenjar limfe, demam dan nyeri atau rasa sakit pada seluruh tubuh.
  •     Gejala infeksi yang aneh, lelah yang tidak dapat dijelaskan mengapa, keringat malam, berat badan menurun.
Lihat info penyakit kelamin :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar